Analisis Pola Spasial Persebaran Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Kota Pekanbaru
Isi Artikel Utama
Abstrak
Fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di masa pandemi. Berdasarkan aspek spasial, fasilitas kesehatan yang ada di Kota Pekanbaru belum dapat diakses secara optimal oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial sebaran fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk mengetahui pola sebaran fasilitas kesehatan dengan menggunakan analisis tetangga terdekat, digunakan analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG) (buffering) untuk mengetahui jarak cakupan wilayah pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru. Hasil pola spasial sebaran fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru mempunyai pola mengelompok. Berdasarkan hasil, mengenai jarak ke rumah sakit di Kota Pekanbaru termasuk dalam kategori sedang dengan cakupan wilayah sebesar 36,42% dan jarak lebih dari 1-2 km. Jarak menjangkau layanan puskesmas masuk dalam kategori jarak menengah dan jauh dengan cakupan wilayah 38,97% dengan jarak lebih dari 1 km. Sebaran fasilitas kesehatan belum seluruhnya menjangkau wilayah pelayanannya, sehingga perlu penambahan fasilitas kesehatan untuk wilayah yang masih belum terjangkau pelayanannyan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Putri, A. Q. A., Puji, H., & Mochammad, A. (2018). Pengaruh Pola Sebaran Sarana dan Prasarana Kesehatan Terhadap Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Tegal Tahun 2016. Geo-Image Journal, 7(1), 31-38.
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik, Ed Revisi VI. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.
Avila, A. A. (2018). Analisis Pola Spasial Persebaran dan Aksesisbilitas Area Pelayanan Prasarana Kesehatan di Kota Makassar. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Hasanuddin.
Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. (2021). Pekanbaru dalam Angka Tahun 2021.
Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. (2022). Pekanbaru dalam Angka Tahun 2022. Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. (2022). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Tahun 2022.
Laksono, A. D., Mubasyiroh, R., Laksmiarti, R., Suharmiati, E. N., & Sukoco, N. E. (2016). Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Yogyakarta: PT Kanisius
Fanataf, P. A., Tilaar, S., & Takumansang, E. D. (2020). Analisis Keterjangkauan Masyarakat Terhadap Pasar Tradisional Di Kota Manado. Spasial, 7(2), 228-239.
Fhitri, A. H. (2022). Analisis Pola Persebaran Dan Aksesibilitas Pelayanan Fasilitas Kesehatan Di Kota Tanjungpinang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Hirsan, F. P., Kurniawan, A., & Yuniarman, A. (2022). Model Konstruksi Ruang Kecamatan Sekarbela Berdasarkan Interaksi Ruang Menggunakan Near Neighbourhood Analysis & Space Syntax. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu Dan Pendidikan Geografi, 6(2), 163-174.
Indahsari, N. (2018). Analisis pola spasial fasilitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di kota tegal (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 Tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Melya, A., Asyik, B., & Sugiyanta, I. G. (2017). Analisis Dan Pemetaan Sebaran Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2015. Jurnal Penelitian Geografi, 5(6).
Miro, F. (2004). Perencanaan Transportasi untuk Mahasiswa, Perencana dan Praktisi. Penerbit Erlangga,
Muta’Ali, L. 2015. Teknik Analisis Regional untuk Perencanaan Wilayah,Tata Ruang dan Lingkungan. Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG). Universitas Gadjah Mada,
Nasional, B. S. (2004). SNI 03-1733-2004 Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. BSN. Jakarta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2016 Pasal 4 Ayat 1. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 229. Jakarta: Sekretariat Negara.
Prahasta, E. (2009). Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. CV.Informatika,
Sarasadi, A. (2011). Evaluasi Sebaran Spasial Lokasi Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Di Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Alfabeta,.
Zaini, Y., Astuti, P., & Manan, M. (2016). Pattern of Formal Haousing Working Trips at The Urban Fringe Area in Pekanbaru. Proceeding The 13 th International Asian Urbanization Conference: Rapid Urbanization and Sustainable Development In Asia. Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.